Makanan Berimbang untuk Si Kecil

Makanan Berimbang untuk Si Kecil – Selain mencermati jumlah makanan yang dikonsumsi, Mama hendaknya juga mampu memastikan makanan yang dikonsumsi memenuhi kriteria gizi seimbang. Pola gizi yang seimbang memiliki sumber energi yang diperoleh dari protein, lemak, dan karbohidrat yang bermanfaat untuk proses pertumbuhan. Zat gizi yang terkandung dalam setiap bahan makanan yang dikonsumsi ketika dimetabolisme oleh tubuh saling bersinergi. Agar zat gizi tertentu dapat diabsorbsi dengan baik oleh tubuh membutuhkan zat gizi lainnya. Contohnya, zat besi (Fe) membutuhkan vitamin C agar dapat terserap dengan baik oleh tubuh.

Baca Juga : Tes Toefl Jakarta

Hidrat arang membutuhkan vitamin B untuk proses metabolisme dalam tubuh. Sedangkan vitamin A adalah pelarutnya lemak. Hal lain yang patut diperhatikan adalah keberagaman bahan makanan yang diolah. Zat gizi setiap bahan makanan memiliki kelebihan dan kekurangan, sehingga dengan mengonsumsi bahan makanan yang bervariasi, kekurangan zat gizi pada satu bahan makanan dapat tertutupi oleh bahan makanan yang lainnya. Jadi, jenis makanan yang diberikan haruslah beragam dan seimbang antara komposisi karbohidrat, protein, lemak, serta vitamin dan mineral.

* Kebutuhan karbohidrat (karbohidrat kompleks) bisa didapat dari beras, gandum, terigu, buah, dan sayur yang nantinya akan dikonversi menjadi energi. Ini adalah kebutuhan karbohidrat utama yang perlu dipenuhi. Karbohidrat juga ada pada gula, sirop, minuman ringan, tetapi sebaiknya dikurangi karena umumnya kandungan gizinya rendah.

* Kebutuhan protein bisa didapat dari makanan hewani, seperti ikan, ayam, daging, putih telur, susu, dan lainnya. Bisa juga didapat dari nabati, seperti tempe, tahu, atau kacang-kacangan. Penggabungan antara hewani dan nabati dalam menu makanan sangat baik. Misal, ada lauk ikan, tempe/tahu, atau oseng-oseng kacang.

* Untuk lemak, sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan pada usia batita. Asal terpenuhi 1% saja sudah cukup. Jangan di bawah 1% karena akan mengganggu sistem metabolisme tubuh. Lemak bisa dipenuhi dari hewani, seperti minyak pada daging merah, kulit ayam, atau nabati seperti minyak kelapa. Lemak juga bisa didapat dari minyak zaitun, avokad, kacang-kacangan, dan lainnya yang disebut MUFA (Mono Unsaturated Fatty Acid) atau dari ikan, minyak sayur, kedelai, yang disebut PUFA (Poly Unsaturated Fatty Acid). Ada juga lemak trans seperti margarin atau dari makanan yang digoreng. Untuk si batita, lemak yang terbaik dikonsumsi adalah PUFA karena sangat bagus untuk pertumbuhan otak.

* Kebutuhan vitamin dan mineral bisa dipenuhi terutama dari buah dan sayuran. Vitamin dan mineral penting untuk mendukung dan mempertahankan fungsi tubuh. Ada dua jenis vitamin, yaitu yang larut di dalam air dan larut dalam lemak. Yang larut dalam air adalah vitamin B kompleks (B1, B2, dan B 12) dan C. Jenis ini tidak disimpan di dalam tubuh sehingga harus dikonsumsi dari luar. Vitamin B terdapat dalam daging, susu, dan kacang-kacangan. Vitamin C terdapat pada buah jeruk, mangga, melon, dan lain-lain. Sedangkan vitamin yang larut dalam lemak, yaitu vitamin A, D, E, dan K. Umumnya terdapat pada sayuran hijau, wortel, buah-buahan, dan lainnya. Untuk itu, dalam setiap menu harian anak harus tersedia sayur, bisa dilalap, dioseng-oseng, dan lainnya. Jika setiap hari ada menu sayur ditambah buah dan susu, umumnya kebutuhan vitamin dan mineral anak sudah terpenuhi.

Leave a Reply

Your email address will not be published.